Menggunakan Kosmetik Seperti Eyeliner, Pastikan Jangan Sampai Terkena Abrasi Kornea Ya!

Penggunaan kosmetik mata seperti eyeliner, maskara, atau eyeshadow dapat mempercantik penampilan. Namun, jika tidak digunakan dengan hati-hati, produk-produk ini berpotensi menyebabkan masalah pada mata, salah satunya adalah abrasi kornea.
Korelasi Penggunaan Kosmetik dan Abrasi Kornea
Abrasi kornea adalah luka gores atau lecet pada kornea. Kornea adalah lapisan bening terluar mata yang berfungsi melindungi mata dan membantu memfokuskan cahaya. Meskipun terdengar sepele, abrasi kornea bisa sangat menyakitkan dan jika tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada infeksi serius.
Berikut adalah bagaimana penggunaan kosmetik mata dapat menyebabkan abrasi kornea:
- Aplikator yang Mengenai Mata: Saat mengaplikasikan eyeliner (terutama pensil atau eyeliner cair dengan ujung runcing) atau maskara, ujung aplikator bisa secara tidak sengaja menggores permukaan kornea. Ini sering terjadi jika tangan tidak stabil, terburu-buru, atau ada gangguan saat merias mata.
- Partikel Kosmetik Masuk ke Mata: Serpihan kecil dari eyeliner (terutama jenis pensil yang kering atau gliter), eyeshadow, atau maskara yang mengering dapat masuk ke dalam mata. Partikel-partikel ini, meskipun kecil, bisa bersifat abrasif dan menggesek kornea saat berkedip dan ditambah dengan efek mengucek mata dapat menyebabkan luka pada kornea.
- Tidak Membersihkan Kosmetik Sebelum Tidur: Tidur dengan riasan mata dapat menyebabkan partikel kosmetik masuk ke mata semalaman dan bergesekan dengan kornea. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada mata hingga infeksi.
Gejala Abrasi Kornea:
- Rasa sakit pada mata (bisa ringan hingga parah)
- Sensasi seperti ada pasir atau benda asing di mata
- Mata merah dan berair
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
- Penglihatan kabur
Tips Aman Menggunakan Kosmetik Mata:
- Cuci tangan sebelum merias mata.
- Gunakan kosmetik dengan hati-hati, hindari ujung aplikator mengenai bola mata.
- Hindari penggunaan eyeliner di garis air mata bagian dalam.
- Hindari mengucek atau menggosok mata saat ada rasa mengganjal pada mata.
- Selalu bersihkan riasan mata secara menyeluruh sebelum tidur.
- Jika mata sedang iritasi atau infeksi, hindari penggunaan kosmetik mata sama sekali.
Penanganan pada Abrasi Kornea :
Penanganan cepat dan tepat abrasi kornea dimulai dari membilas mata, menghindari mengucek mata, dan konsumsi obat anti nyeri untuk mengurangi keluhan. Apabila timbul gejala berkelanjutan seperti: mata merah, berair, terasa mengganjal, nyeri, dan buram segera jadwalkan konsultasi ke RS Mata SMEC untuk mendapatkan terapi sesuai kondisi abrasi kornea yang terjadi.
Sangat penting untuk mencegah komplikasi. Kabar baiknya, sebagian besar abrasi kornea akan sembuh dalam hitungan hari dengan perawatan yang benar. Penggunaan obat tetes mata sembarang tanpa konsultasi dengan dokter spesialis mata terlebih dahulu dapat menyebabkan pengobatan tidak efektif dan menghambat proses penyembuhan.