Bayi baru lahir dapat mengalami berbagai gangguan mata yang disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk infeksi, komplikasi selama proses persalinan, serta kelainan mata bawaan. Berikut ini merupakan beberapa jenis masalah mata yang dapat terjadi pada bayi baru lahir:
-
Leukocoria

Leukokoria, atau yang dikenal sebagai ‘pupil putih’, adalah kondisi di mana mata menunjukkan refleks putih menggantikan refleks merah yang normal. Kondisi ini dapat terjadi akibat kelainan pada kornea, lensa, maupun retina. Pada kornea, penyebab leukokoria meliputi kekeruhan kongenital, ulkus, dan jaringan parut. Selain itu, katarak kongenital juga menjadi salah satu faktor penyebab yang sering ditemukan. Faktor lain yang dapat menimbulkan leukokoria antara lain eksudat retina, peradangan pada retina dan koroid, serta tumor retina seperti retinoblastoma. Semua kondisi tersebut memerlukan penanganan segera melalui pemeriksaan oleh dokter spesialis mata guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
-
Buphthalmos

Buftalmos, yang juga dikenal dengan istilah ‘mata sapi’, merupakan kondisi di mana mata bayi dengan glaukoma kongenital mengalami pembesaran serta tampak agak kebiruan. Kondisi ini terjadi akibat perubahan transparansi kornea disertai dengan pembesaran kornea itu sendiri. Tekanan intraokular yang tinggi menyebabkan edema kornea, yang pada tahap awal membuat kornea tampak kebiruan, kemudian berubah menjadi keruh, dan akhirnya buram. Peningkatan tekanan yang berkelanjutan akan memicu pembesaran kornea dan bola mata. Selain itu, tekanan intraokular yang tinggi dapat merusak saraf optik melalui mekanisme yang serupa dengan glaukoma pada orang dewasa.
-
Ophthalmia neonatorum

Ophthalmia neonatorum merupakan konjungtivitis yang terjadi pada empat minggu pertama kehidupan bayi. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah infeksi akibat bakteri Chlamydia trachomatis. Penyebab lain yang kurang umum meliputi infeksi virus herpes simpleks dan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi klamidia dan gonokokus biasanya didapatkan melalui jalan lahir saat proses persalinan. Ophthalmia neonatorum merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa serta penglihatan bayi. Infeksi Neisseria gonorrhoeae dapat dengan cepat menyebar ke kornea, menyebabkan ulserasi kornea yang parah hingga perforasi. Sedangkan infeksi klamidia berpotensi menyebar ke saluran pernapasan bayi.
-
Ptosis

Ptosis adalah ketidakmampuan membuka / mengangkat kelopak mata. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan fungsi penglihatan. Jika kelopak mata turun hingga menutupi pupil, stimulasi penglihatan yang diterima retina akan kurang sehingga penglihatan anak kurang berkembang. Selain itu, kelopak mata yang menutupi separuh permukaan kornea juga dapat mengakibatkan astigmatisme dimana kelengkungan kornea dibagian yang tertutup ptosis menjadi lebih datar.
-
Dacryostenosis

Pada sebagian bayi, saluran pembuangan air mata belum berkembang secara sempurna, sehingga aliran air mata keluar dari area mata menjadi terhambat. Kondisi ini dikenal sebagai sumbatan saluran air mata atau dakriostenosis. Meskipun sebagian besar kasus dakriostenosis akan membaik secara spontan sebelum bayi berusia satu tahun, terdapat pula kasus yang menetap dan memerlukan penanganan dari tenaga medis profesional. Selain itu, sumbatan pada saluran air mata juga dapat terjadi di kemudian hari akibat berbagai faktor, seperti cedera, infeksi pada mata, atau pertumbuhan jaringan yang mengganggu aliran normal air mata.
Selain masalah mata yang telah disebutkan, terdapat beberapa penyakit lain yang dapat dijumpai pada bayi seperti Retinopathy of Prematurity (ROP) dan Retinoblastoma. Gangguan pada mata atau kemampuan melihat dapat berdampak pada tumbuh kembang anak. Perhatikan bentuk mata yang abnormal atau gejala gangguan penglihatan. Jadwalkan pemeriksaan mata sesuai anjuran untuk untuk mendeteksi masalah penglihatan sejak dini. Konsultasikan secara langsung dengan dokter spesialis Pediatric Ophthalmology di Rumah Sakit kami. Hubungi call center RS Mata SMEC untuk membuat janji temu dengan dokter.