Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Mengintai Tanpa Gejala: Mengenal Hipertensi Okuli di Hari Hipertensi Sedunia 2026

  • 16 May 2026
  • dr. Ruth Anastasia Hutasoit, Sp.M.
SHARE :

Setiap tanggal 17 Mei, dunia memperingati Hari Hipertensi Sedunia (World Hypertension Day) . Di tahun 2026 ini, tema yang diusung oleh World Hypertension League adalah “Mengontrol Hipertensi Bersama-sama” (Controlling Hypertension Together) , dengan ajakan utama untuk rutin memeriksa tekanan darah guna mengalahkan “kondisi silent killer” ini.

Saat kita membahas tekanan darah tinggi di seluruh tubuh, jarang yang menyadari bahwa “tekanan tinggi” juga bisa menjadi ancaman sunyi di dalam bola mata kita. Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai Hipertensi Okuli.

Apa Itu Hipertensi Okuli?

Hipertensi okuli adalah kondisi medis di mana tekanan di dalam mata (intraocular pressure/IOP) berada di atas batas normal, yaitu di atas 21 mmHg, namun belum menunjukkan adanya kerusakan pada saraf optik atau penyempitan lapang pandang.

Bola mata kita terus-menerus memproduksi cairan bening yang disebut aqueous humor. Dalam keadaan normal, cairan ini mengalir keluar melalui sistem drainase yang kompleks. Pada hipertensi okuli, saluran drainase ini tidak berfungsi optimal, sehingga terjadi penumpukan cairan dan peningkatan tekanan.

Penting untuk dipahami bahwa hipertensi okuli berbeda dengan glaukoma. Glaukoma adalah kondisi di mana tekanan tinggi sudah menyebabkan kerusakan saraf mata. Namun, hipertensi okuli adalah faktor risiko terbesar untuk berkembangnya glaukoma di kemudian hari.

“Si Pembunuh Penglihatan Diam-Diam”

Sama seperti hipertensi sistemik yang dijuluki "silent killer", hipertensi okuli juga hampir tidak pernah menimbulkan gejala awal. Penderitanya biasanya tidak merasakan sakit, penglihatan kabur, atau tanda-tanda peringatan dini lainnya.

Inilah mengapa kondisi ini sangat berbahaya. Tanpa pemeriksaan rutin, seseorang bisa hidup dengan tekanan mata tinggi selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya, hingga suatu saat tekanan tersebut merusak saraf optik secara perlahan dan menyebabkan kehilangan penglihatan permanen akibat glaukoma.

Keterkaitan dengan Hari Hipertensi Sedunia 2026

Tema tahun 2026, "Controlling Hypertension Together" , sangat relevan jika kita aplikasikan pada kesehatan mata. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi sistemik (hipertensi) merupakan salah satu faktor risiko yang meningkatkan peluang seseorang mengalami hipertensi okuli . penelitian dari Studi Kohort Jepang (CiNii) Tahun 2025 dengan populasi 3.059 orang (8 tahun follow-up) temuan utama yaitu Peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik merupakan faktor risiko signifikan untuk hipertensi okuli insiden

Selain hipertensi, faktor risiko lainnya meliputi:

  • Usia di atas 40 tahun.
  • Riwayat keluarga dengan glaukoma atau hipertensi okuli.
  • Diabetes melitus.
  • Miopia (rabun jauh).
  • Penggunaan obat steroid jangka panjang.

"Bersama-sama" mengajak kita untuk tidak hanya fokus pada tekanan darah di lengan, tetapi juga melakukan pendekatan holistik terhadap kesehatan pembuluh darah dan tekanan cairan di seluruh tubuh, termasuk mata.

Langkah Deteksi dan Pengobatan

Karena tidak bergejala, satu-satunya cara untuk mendiagnosis hipertensi okuli adalah melalui pemeriksaan mata komprehensif secara rutin.

Dokter mata akan melakukan:

  1. Tonometri: Mengukur tekanan di dalam mata.
  2. Pachymetry: Mengukur ketebalan kornea (karena kornea tipis bisa mempengaruhi akurasi pembacaan tekanan).
  3. Gonioskopi: Memeriksa sudut drainase mata.
  4. Optical Coherence Tomography (OCT): Memeriksa ketebalan serabut saraf optik sebagai data dasar.

Langkah Pencegahan Yang dapat di lakukan :

  1. Kontrol tekanan darah secara teratur
  2. Jalani Pemeriksaan mata rutin setiap 1-2 Tahun
  3. Terapkan Pola hidup sehat (diet seimbang, olahraga, hindari rokok)
  4. Batasi penggunaan Gadget dan istirahatkan mata secara berkala

Next Article: Myopia Awareness Week: Saatnya Lindungi Penglihatan Generasi Digital

The Most Popular

Kacamata atau Lensa Kontak? Yuk Kenali Plus Minusnya Sebelum Memilih!

Mata yang normal dan sehat memiliki kornea yang jernih, mulus, dan bulat, serta lensa yang jernih sehingga memungkinkan sinar cahaya melewatinya tanpa hambatan dan terfokus tepat di retina. Namun jika kornea tidak sehalus, sejernih, atau sebulat seharusnya, atau bola mata terlalu panjang atau terlalu pendek, sinar cahaya akan membengkok (atau mengalami refraksi) pada sudut yang tidak wajar. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi. Ketidakmampuan untuk mencapai fokus ini disebut gangguan refraksi, dan hal ini merupakan masalah mata yang paling umum terjadi. Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan refraksi ini, diantaranya penggunaan kacamata atau lensa kontak. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari Anda.


World Sight Day 2026: Love Your Eyes, Saatnya Lebih Peduli pada Kesehatan Mata

Penglihatan menjadi bagian penting dari hampir setiap aktivitas kita. Mulai dari membaca, bekerja, belajar, berkendara, menggunakan gadget, hingga melihat orang-orang yang kita sayangi. Namun, karena mata digunakan setiap hari tanpa banyak disadari, kesehatannya sering kali baru mendapat perhatian ketika penglihatan mulai terganggu. Hari ini, 8 Oktober 2026, dunia memperingati World Sight Day. Tahun ini, International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) kembali membawa gerakan #LoveYourEyes, sebuah ajakan agar setiap orang menjadikan kesehatan mata sebagai bagian dari prioritas hidup sehari-hari. Kampanye World Sight Day 2026 juga menekankan pentingnya pengalaman dan suara masyarakat dalam mendorong akses terhadap pelayanan kesehatan mata bagi semua.


Menjaga Kesehatan Retina untuk Mempertahankan Penglihatan

Pernahkah kamu merasa penglihatan tiba-tiba muncul kilatan cahaya, banyak bintik hitam yang melayang, garis lurus terlihat bergelombang, atau pandangan terasa seperti tertutup bayangan? Keluhan seperti ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat berkaitan dengan gangguan pada retina. Retina memiliki peran penting dalam proses melihat. Beberapa penyakit retina bahkan dapat berkembang tanpa keluhan pada tahap awal, sehingga pemeriksaan mata menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi penglihatan.


Tags
Hipertensi okuli
Hari hipertensi sedunia 2026
Glaukoma
Kesehatan mata
Pemeriksaan mata rutin
Rs mata smec
Tekanan bola mata

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

08 Oct 2026

World Sight Day 2026: Love Your Eyes, Saatnya Lebih Peduli pada Kesehatan Mata

Detail
BERITA KESEHATAN

07 Oct 2026

Kacamata atau Lensa Kontak? Yuk Kenali Plus Minusnya Sebelum Memilih!

Detail
BERITA KESEHATAN

30 Sep 2026

Papiledema: Ketika Pembengkakan Saraf Optik Menjadi Tanda Gangguan Serius

Detail
BERITA KESEHATAN

28 Sep 2026

Menjaga Kesehatan Retina untuk Mempertahankan Penglihatan

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.