Dalam rangka World Retinoblastoma Awareness Week yang berlangsung pada tanggal 10 – 16 Mei 2026, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran terhadap retinoblastoma, yaitu salah satu penyakit mata serius yang merupakan tumor intraokular ganas tersering pada anak dan salah satu tumor yang paling sering ditemukan, dengan insidensi sekitar 1 dari 14.000 – 20.000 kelahiran, yang menyebabkan kurang lebih 9.000 kasus baru setiap tahunnya di seluruh dunia. Penyakit ini perlu mendapat perhatian khusus karena dapat mengancam penglihatan bahkan nyawa anak jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Kabar baiknya, dengan deteksi dini dan penanganan yang optimal, peluang kesembuhan dan penyelamatan penglihatan anak bisa jauh lebih baik.
Apa Itu Retinoblastoma?
Retinoblastoma adalah kanker ganas pada retina, yaitu lapisan saraf mata di bagian belakang mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel retina mata tumbuh lebih cepat dan tidak terkendali, kemudian merusak jaringan di sekitarnya. Umumnya, sekitar 90% kasus retinoblastoma didiagnosis pada pasien yang berusia di bawah 3 tahun dan dapat menyerang satu mata (unilateral) ataupun kedua mata (bilateral). Pada beberapa kasus, retinoblastoma dapat terjadi akibat kelainan genetik yang dapat diturunkan, namun banyak juga yang terjadi tanpa adanya riwayat retinoblastoma dalam keluarga.
Tanda dan Gejala Retinoblastoma
Gejala retinoblastoma sering kali tidak disadari sejak awal. Salah satu tanda paling khas adalah leukokoria, yaitu refleks putih pada pupil yang sering terlihat saat mata terkena cahaya atau saat difoto dengan flash. Gejala lain yang dapat muncul antara lain:
- Mata juling (strabismus)
- Mata merah
- Pembengkakan pada mata
- Penurunan penglihatan (pada anak yang sudah bisa mengungkapkan keluhan)
Sangat penting untuk melakukan skrining sedini mungkin secara rutin pada bayi/anak untuk menegakkan diagnosis yang tepat.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Retinoblastoma?
Diagnosis retinoblastoma ditegakkan melalui pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter spesialis mata anak. Pemeriksaan biasanya meliputi:
- Pemeriksaan funduskopi dengan pupil yang dilebarkan
- USG mata
- CT scan atau MRI (bila diperlukan)
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan ukuran, lokasi tumor, serta kemungkinan penyebaran ke jaringan di sekitarnya.
Penanganan Retinoblastoma
Terapi retinoblastoma dapat disesuaikan dari sejauh mana dokter menilai tingkat keparahan penyakit dilihat dari ukuran tumor, lokasi, penyebaran tumor, serta kondisi umum anak. Pilihan terapi berupa :
- Termoterapi / Transpupillary Thermotherapy
- Krioterapi
- Fotokoagulasi laser
- Kemoterapi
- Radiasi
- Pembedahan / operasi pengangkatan bola mata (enukleasi) pada kasus lanjut
Pentingnya Deteksi Dini
Semakin dini penyakit retinoblastoma di diagnosis, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan penyelamatan penglihatan. Pemeriksaan mata rutin pada bayi dan anak sangat dianjurkan, terutama bila terdapat tanda leukokoria atau mata juling yang tidak biasa.
Jika Anda melihat mata anak tampak putih saat terkena cahaya atau muncul kelainan pada mata bayi atau anak Anda. Segera periksakan ke RS Mata SMEC untuk evaluasi lebih lanjut. Jangan menunda pemeriksaan bila Anda melihat tanda yang mencurigakan pada mata anak, karena waktu sangat berperan dalam keberhasilan terapi.