Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Retinoblastoma: Kanker Mata pada Anak yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

  • 11 May 2026
  • dr. Balgis Desy Sulistyowati, Sp.M(K)
SHARE :

Dalam rangka World Retinoblastoma Awareness Week yang berlangsung pada tanggal 10 – 16 Mei 2026, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran terhadap retinoblastoma, yaitu salah satu penyakit mata serius yang merupakan tumor intraokular ganas tersering pada anak dan salah satu tumor yang paling sering ditemukan, dengan insidensi sekitar 1 dari 14.000 – 20.000 kelahiran, yang menyebabkan kurang lebih 9.000 kasus baru setiap tahunnya di seluruh dunia. Penyakit ini perlu mendapat perhatian khusus karena dapat mengancam penglihatan bahkan nyawa anak jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Kabar baiknya, dengan deteksi dini dan penanganan yang optimal, peluang kesembuhan dan penyelamatan penglihatan anak bisa jauh lebih baik.

Apa Itu Retinoblastoma?

Retinoblastoma adalah kanker ganas pada retina, yaitu lapisan saraf mata di bagian belakang mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel retina mata tumbuh lebih cepat dan tidak terkendali, kemudian merusak jaringan di sekitarnya. Umumnya, sekitar 90% kasus retinoblastoma didiagnosis pada pasien yang berusia di bawah 3 tahun dan dapat menyerang satu mata (unilateral) ataupun kedua mata (bilateral). Pada beberapa kasus, retinoblastoma dapat terjadi akibat kelainan genetik yang dapat diturunkan, namun banyak juga yang terjadi tanpa adanya riwayat retinoblastoma dalam keluarga.

Tanda dan Gejala Retinoblastoma

Gejala retinoblastoma sering kali tidak disadari sejak awal. Salah satu tanda paling khas adalah leukokoria, yaitu refleks putih pada pupil yang sering terlihat saat mata terkena cahaya atau saat difoto dengan flash. Gejala lain yang dapat muncul antara lain:

  • Mata juling (strabismus)
  • Mata merah
  • Pembengkakan pada mata
  • Penurunan penglihatan (pada anak yang sudah bisa mengungkapkan keluhan)

Sangat penting untuk melakukan skrining sedini mungkin secara rutin pada bayi/anak untuk menegakkan diagnosis yang tepat.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Retinoblastoma?

Diagnosis retinoblastoma ditegakkan melalui pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter spesialis mata anak. Pemeriksaan biasanya meliputi:

  • Pemeriksaan funduskopi dengan pupil yang dilebarkan
  • USG mata
  • CT scan atau MRI (bila diperlukan)

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan ukuran, lokasi tumor, serta kemungkinan penyebaran ke jaringan di sekitarnya.

Penanganan Retinoblastoma

Terapi retinoblastoma dapat disesuaikan dari sejauh mana dokter menilai tingkat keparahan penyakit dilihat dari ukuran tumor, lokasi, penyebaran tumor, serta kondisi umum anak. Pilihan terapi berupa :

  • Termoterapi / Transpupillary Thermotherapy 
  • Krioterapi
  • Fotokoagulasi laser
  • Kemoterapi
  • Radiasi
  • Pembedahan / operasi pengangkatan bola mata (enukleasi) pada kasus lanjut

Pentingnya Deteksi Dini

Semakin dini penyakit retinoblastoma di diagnosis, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan penyelamatan penglihatan. Pemeriksaan mata rutin pada bayi dan anak sangat dianjurkan, terutama bila terdapat tanda leukokoria atau mata juling yang tidak biasa.

Jika Anda melihat mata anak tampak putih saat terkena cahaya atau muncul kelainan pada mata bayi atau anak Anda. Segera periksakan ke RS Mata SMEC untuk evaluasi lebih lanjut. Jangan menunda pemeriksaan bila Anda melihat tanda yang mencurigakan pada mata anak, karena waktu sangat berperan dalam keberhasilan terapi.

Next Article: Mengintai Tanpa Gejala: Mengenal Hipertensi Okuli di Hari Hipertensi Sedunia 2026

The Most Popular

Retinopathy of Prematurity (ROP): Ancaman Penglihatan pada Bayi Prematur

Kelahiran prematur bukan hanya soal berat badan lahir rendah ataupun paru-paru yang belum matang, tetapi mata bayi prematur juga sangat berisiko mengalami gangguan serius. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu pertumbuhan abnormal pembuluh darah retina yang bisa menyebabkan kebutaan permanen bila tidak dideteksi dan ditangani sejak dini.


Ptosis pada Anak: Jangan Abaikan Kelopak Mata Turun Sejak Dini

Kelopak mata anak tampak turun sebelah? Waspadai ptosis pada anak yang bisa ganggu penglihatan. Ketahui penyebab dan pengobatannya di RS Mata SMEC.


Ptosis: Kelopak Mata Turun yang Bisa Mengganggu Penglihatan dan Penampilan

Apakah Anda atau orang terdekat pernah merasa salah satu kelopak mata terlihat lebih turun dari yang lain? Atau merasa mata terlihat berat, mengantuk, dan mengganggu pandangan? Bisa jadi Anda mengalami  blepharoptosis atau biasa disebut dengan ptosis, kondisi kelopak mata atas yang turun dan dapat mempengaruhi fungsi penglihatan maupun estetika wajah. Meskipun biasanya yang terganggu adalah lapang pandang bagian atas, tetapi penglihatan sentral juga bisa ikut terpengaruh. Kondisi ini bisa ringan hingga berat, bersifat sementara atau permanen, tergantung dari penyebabnya.


Tags
Kanker mata anak
Leukokoria
Kesehatan mata anak
Tumor retina
Dokter mata anak
Pemeriksaan mata anak
World retinoblastoma awareness week
Mata juling
Retinoblastoma
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

16 Jul 2026

Retinopathy of Prematurity (ROP): Ancaman Penglihatan pada Bayi Prematur

Detail
BERITA KESEHATAN

08 Jul 2026

Ptosis: Kelopak Mata Turun yang Bisa Mengganggu Penglihatan dan Penampilan

Detail
BERITA KESEHATAN

27 Jun 2026

Ptosis pada Anak: Jangan Abaikan Kelopak Mata Turun Sejak Dini

Detail
BERITA KESEHATAN

19 Jun 2026

Nystagmus Awareness Day: Mengenal Gerakan Mata yang Tidak Terkontrol dan Dapat Mengganggu Penglihatan

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.