
Persiapan anak sebelum memasuki sekolah tidak hanya seragam baru ataupun tas baru, skrining mata pada anak sebelum memasuki masa sekolah juga sangatlah penting, terutama jika salah satu atau kedua orang tua menggunakan kacamata minus atau memiliki gangguan refraksi (rabun jauh, atau astigmatisme/silindris). Tujuan skrining mata anak antara lain untuk mengidentifikasi apakah anak mengalami ambliopia (mata malas), strabismus (ketidaksejajaran posisi mata atau mata juling), kelainan refraksi signifikan (yang memerlukan kacamata), atau kelainan mata lainnya.
Jenis Skrining Mata Anak
A. Subjektive
Tes Tajam Penglihatan (Acuity Screening) – Tes ketajaman penglihatan menggunakan optotipe (huruf, gambar) untuk mengukur kemampuan melihat. Umumnya efektif pada anak usia ≥5 tahun, namun kadang bisa dicoba pada anak yang lebih muda dan sudah bisa berbicara.
B. Objektive
Metode yang tidak tergantung pada respons anak, cocok untuk usia dini atau anak yang belum mampu mengikuti instruksi:
- Autorefractive Screening – Menggunakan alat otomatis (autorefraktor) untuk mendeteksi kelainan refraksi seperti rabun jauh, dekat, atau silindris (astigmatisme)
- Photoscreening – alat skrining penglihatan yang menggunakan kamera khusus untuk mengambil gambar refleks cahaya dari pupil anak. Photoscreener selain mendeteksi gangguan refraksi, strabismus dan amblyopia, juga dapat mendeteksi kelainan anatomi lain, seperti katarak, koloboma, atau ptosis.
- Visual Evoked Potential/Response (VEP/VER) – Alat merekam respon otak terhadap rangsangan visual, berguna untuk menilai fungsi saraf visual.
- Polarized Laser Scan – Teknologi pemeriksaan mata yang menggunakan sinar laser terpolarisasi untuk memindai serabut saraf retina.
Waktu yang Tepat untuk Skrining Mata Anak Sebelum Memasuki Sekolah
Penelitian menunjukkan bahwa 7–20% anak usia sekolah memiliki gangguan penglihatan. Kondisi ini dapat mengakibatkan anak mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran sehingga prestasi di sekolah menurun. Oleh karena itu, di beberapa negara sudah diberlakukan pemeriksaan mata bagi anak sebelum memasuki sekolah. Diagnosis dini sebelum anak bersekolah merupakan langkah terbaik untuk mencegah gangguan penglihatan yang dapat menghambat proses belajar.
Deteksi dini masalah penglihatan adalah kunci untuk mencegah dampak jangka panjang, salah satunya ambliopia atau mata malas. Jika mata malas diobati pada masa kanak-kanak, hasilnya akan lebih baik karena pada periode ini otak masih berkembang dan lebih responsif terhadap terapi. Setelah masa ini terlewati, proses penyembuhan akan jauh lebih sulit, bahkan mungkin tidak dapat diperbaiki.
Yuk, periksa dan deteksi dini mata anak Anda sebelum memasuki masa sekolah.
