Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Mengenal Penyakit AMD (Age-Related Macular Degeneration)

  • 10 Feb 2026
  • dr. Feriyandhi Meizirsjah, Sp.M
SHARE :

AMD adalah penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan yang paling umum terjadi pada populasi usia >50 tahun. Penyakit ini menyerang makula yang merupakan pusat dari penglihatan. 

Adapun faktor risiko kejadian AMD adalah : 

  • Usia diatas 50 tahun
  • Faktor genetik
  • Kebiasaan merokok
  • Tinggi konsumsi lemak jenuh / lemak jahat
  • Berat badan berlebih / overweight
  • Tekanan darah tinggi

AMD terbagi menjadi dua kelompok, yaitu AMD kering (non-neovascular) dan AMD basah (neovascular). Secara umum, angka kejadian AMD kering paling sering ditemukan, sekitar 80%. Kondisi ini biasanya ditandai oleh adanya endapan lemak dan protein (drusen) yang berwarna kuning di retina. Sedangkan AMD basah biasanya dapat terjadi akibat progresifitas dari AMD tipe kering yang ada sebelumnya. Pada AMD basah terjadi akibat munculnya pembuluh-pembuluh darah abnormal di bawah retina. Dan pada pembuluh darah tersebut dapat mengalami kebocoran, maka terjadilah perdarahan dibawah makula (retina sentral). Jika tidak segera diobati, akan terjadi kerusakan sel-sel retina dan terbentuk jaringan parut dan pada akhirnya akan menyebabkan gangguan tajam penglihatan yang permanen.

Contoh Gambar AMD Kering

amd-1.jpg

Contoh Gambar AMD Basah 

amd-2.jpg

Gejala yang banyak dikeluhkan seseorang dengan AMD seperti hilangnya penglihatan bagian sentral/tengah yang dapat mengganggu kegiatan seperti membaca, berkendara, dan mengenali wajah seseorang.

amd-3.jpg

Salah satu skrining mudah yang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan lapangan pandang sentral adalah dengan Tes Amsler Grid. Pada pasien AMD terdapat kotak atau garis lurus yang bergelombang atau menghilang.

Tes Amsler Grid Mata Normal

amd-4.jpg 

Tes Amsler Grid Mata dengan AMD

amd-5.jpg

Tatalaksana pada penyakit AMD berupa pemeriksaan mata secara rutin, pemberian micronutrients atau vitamin, modifikasi gaya hidup yang baik dan sehat, dan tindakan injeksi anti-VEGF (vascular endothelial growth factor).

Kehilangan penglihatan hingga kebutaan adalah komplikasi yang paling ditakutkan dari penyakit ini. Maka, yang terbaik adalah melakukan pemeriksaan sedini mungkin terutama jika Anda memiliki salah satu dari faktor risiko diatas. Pemeriksaan dan deteksi dini kelainan ini sudah bisa Anda lakukan di Rumah Sakit / Klinik Mata SMEC, yang didukung oleh alat pemeriksaan yang canggih dan dokter sub spesialis vitreoretinal yang sangat kompeten.

 

Next Article: Mengenal Low Vision: Saat Dunia Terlihat Samar

The Most Popular

Cataract Awareness Month: Katarak yang Terlambat Ditangani Dapat Menjadi Kegawatdaruratan Mata

Banyak orang masih menganggap katarak sebagai bagian normal dari proses penuaan sehingga merasa penanganannya bisa ditunda kapan saja. Padahal katarak dapat disebabkan oleh berbagai hal dan beberapa faktor resiko dan jika dibiarkan terlalu lama, katarak tidak hanya membuat penglihatan semakin kabur, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan secara permanen bahkan kebutaan. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES) menunjukkan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia, terutama pada usia di atas 50 tahun, dengan angka mencapai 81,2%. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa katarak telah menyebabkan gangguan penglihatan yang serius pada lebih dari 94 juta orang di seluruh dunia.


Selamatkan Penglihatan Anda! Kenali Tanda - Tanda Central Retinal Vein Occlusion (CRVO) Sebelum Terlambat

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa penglihatan satu mata mendadak kabur atau bahkan menghilang tetapi tidak disertai dengan rasa nyeri? Jangan buru-buru mengira itu hanya kelelahan. Kondisi ini bisa jadi tanda adanya penyumbatan pembuluh darah penting di mata yang disebut Central Retinal Vein Occlusion (CRVO). Meski namanya terdengar rumit, intinya CRVO adalah saat aliran darah dari retina tersumbat, sehingga retina membengkak dan penglihatan pun terganggu. Oklusi vena retina (RVO) merupakan gangguan vaskular retina kedua yang paling umum setelah retinopati diabetik dan sering dikaitkan dengan kehilangan penglihatan. Kabar baiknya, dengan pemeriksaan tepat dan penanganan cepat, risiko kerusakan penglihatan jangka panjang bisa dikurangi. Yuk, kenali lebih dekat apa itu CRVO dan bagaimana cara mengatasinya.


Rokok Dapat Merusak Mata Secara Perlahan Tanpa Disadari

Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day) diperingati setiap tanggal 31 Mei sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok bagi kesehatan. Selama ini, rokok lebih sering dikaitkan dengan penyakit paru-paru, jantung, dan kanker. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kebiasaan merokok juga dapat merusak kesehatan mata. Paparan zat berbahaya dalam rokok, baik pada perokok aktif maupun pasif, dapat memengaruhi kesehatan mata dan mempercepat terjadinya penyakit mata serius hingga meningkatkan risiko gangguan penglihatan yang permanen.


Tags
Amd
Makula
Anti-vegf
Degenerasi makula
Gangguan penglihatan
Kebutaan
Kesehatan mata
Penyakit retina
Retina
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

13 Jun 2026

Cataract Awareness Month: Katarak yang Terlambat Ditangani Dapat Menjadi Kegawatdaruratan Mata

Detail
BERITA KESEHATAN

11 Jun 2026

Selamatkan Penglihatan Anda! Kenali Tanda - Tanda Central Retinal Vein Occlusion (CRVO) Sebelum Terlambat

Detail
BERITA KESEHATAN

30 May 2026

Rokok Dapat Merusak Mata Secara Perlahan Tanpa Disadari

Detail
BERITA KESEHATAN

19 May 2026

Myopia Awareness Week: Saatnya Lindungi Penglihatan Generasi Digital

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.