
Kanker mata merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang organ mata, baik di bagian luar maupun bagian dalam bola mata. Meski tergolong jarang, penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat mengancam penglihatan dan bahkan menyebar ke organ lain.
Apa Itu Kanker Mata?
Kanker mata adalah pertumbuhan sel abnormal di jaringan mata yang dapat bersifat primer (berasal langsung dari jaringan mata) atau sekunder (penyebaran dari kanker organ lain, seperti paru-paru, payudara, dan lainnya). Berdasarkan lokasi terjadinya kanker mata, dibagi menjadi :
- Bagian luar mata (ekstraokuler) seperti kelopak mata dan konjungtiva.
- Bagian dalam mata (intraokuler) seperti retina dan koroid.
Gejala Kanker Mata
Tanda dan gejala kanker mata bervariasi tergantung lokasi tumor.
Secara umum, gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Mata menonjol keluar (proptosis)
- Bulu mata rontok dan perubahan warna kulit di sekitar mata
- Benjolan atau bercak abnormal pada kelopak mata atau konjungtiva
- Mata merah atau terasa nyeri yang tidak kunjung sembuh.
- Bercak merah muda pada konjungtiva (salmon patch) atau bercak keunguan pada kelopak mata (port wine stain).
- Perubahan bentuk dan warna pupil (misalnya pupil tampak seperti “mata kucing” pada retinoblastoma).
- Gangguan penglihatan seperti kabur, ganda, atau hilangnya sebagian penglihatan.
Jenis Kanker Mata yang Sering Ditemukan di Indonesia
1. Retinoblastoma paling sering pada anak-anak usia di bawah 5 tahun.
Retinoblastoma adalah tumor ganas mata yang paling sering terjadi pada anak-anak, Tumor ini berasal dari sel retina dan bisa muncul di satu atau kedua mata.
Gejala utama :
- Pupil tampak putih seperti “mata kucing” (amaurotic cat’s eye).
- Perubahan bentuk atau ukuran pupil.
- Kadang disertai mata merah atau menonjol keluar

2. Melanoma Maligna umumnya menyerang orang dewasa.
Melanoma maligna adalah kanker ganas pada sel penghasil pigmen (melanosit) yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Pada mata, melanoma paling sering muncul di jaringan uvea dan konjungtiva, namun dapat juga terjadi di orbita sebagai tumor primer atau akibat penyebaran dari bagian tubuh lain.
Gejala utama :
- Penglihatan kabur (paling sering).
- Cahaya berkilat (fotopsia) atau bayangan hitam (floaters).
- Penurunan lapang pandang dan rasa nyeri mata.
- Lesi gelap pada konjungtiva dengan pembuluh darah halus di sekitarnya (feeder vessel).
3. Karsinoma sel skuamosa (11,2%) sering muncul di bagian luar mata seperti kelopak dan konjungtiva
Kanker yang sering muncul di kelopak mata atau konjungtiva. Umumnya tumbuh perlahan, tapi bisa menyebar ke jaringan sekitar.
Gejala Utama :
- Benjolan atau luka di kelopak mata yang tidak sembuh-sembuh.
- Kulit sekitar mata menebal atau berkerak.
- Rasa nyeri atau gatal pada area mata.
- Kadang disertai mata merah kronis.
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga fungsi penglihatan. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata di Rumah Sakit atau Klinik SMEC terdekat bila Anda mengalami keluhan penglihatan atau perubahan pada mata. SMEC siap memberikan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan tepat agar Anda dapat kembali melihat dunia dengan lebih jelas dan nyaman.