Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Apakah Glaukoma Selalu Bertekanan Tinggi? Kenali Normal Tension Glaucoma

  • 12 Mar 2026
  • dr. Pinto Yusneni Pulungan, Sp.M(K)
SHARE :

Banyak orang mengira glaukoma hanya terjadi jika tekanan bola mata tinggi, padahal tidak selalu begitu. Terdapat jenis glaukoma yang berkembang meski tekanan bola mata tetap dalam batas normal, dikenal sebagai Normal Tension Glaucoma (NTG). Kondisi ini menunjukkan bahwa gejala utama glaukoma tidak selalu harus disebabkan oleh tekanan intraokular (TIO) yang tinggi.

Apa Itu Normal Tension Glaucoma?

Normal Tension Glaucoma (NTG), juga disebut sebagai glaukoma tekanan rendah atau glaukoma tekanan normal, biasanya dianggap sebagai varian dari POAG (Primary Open-Angle Glaucoma / Glaukoma Sudut Terbuka Primer), merupakan jenis di mana terjadi kerusakan saraf optik dan lapang pandang tetapi tekanan intraokular (TIO) selalu dalam batas normal (≤ 21 mmHg). Sama seperti glaukoma pada umumnya, NTG menyebabkan kerusakan pada saraf optik. NTG berkembang perlahan, sering tanpa gejala awal. Kerusakan sering dimulai pada lapang pandang perifer, lalu berkembang mendekati pusat penglihatan.

Karakteristik dari Normal Tension Glaucoma (NTG)

  • TIO konsisten sama dengan atau kurang dari 21 mmHg.
  • Tanda-tanda kerusakan saraf optik dengan pola khas glaukoma.
  • Lapang pandang semakin menyempit atau berkurang secara bertahap dan seiring dengan progresivitas kerusakannya, sesuai dengan bagian saraf mata yang rusak.
  • Sudut bilik mata depan yang terbuka.
  • Tidak terdapat ciri-ciri glaukoma sekunder atau penyebab non-glaukoma lainnya seperti gangguan neuropati.

Faktor Risiko

  • Usia:
    Pasien NTG biasanya lebih tua dibandingkan dengan pasien POAG. Hal ini bisa saja dikarenakan pasien NTG sering terlambat terdiagnosis.
  • Jenis kelamin:
    Beberapa studi menunjukkan NTG lebih sering terjadi pada wanita.
  • Riwayat keluarga:
    Anggota keluarga dengan riwayat NTG memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami POAG dibandingkan yang tidak memiliki riwayat NTG di keluarganya.
  • Pasien dengan kondisi sistemik yang menyebabkan penyakit pembuluh darah iskemik, seperti diabetes atau riwayat stroke.
  • Sleep apnea (gangguan napas saat tidur):

Kondisi ini dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah turun di malam hari (hipoksemia) dan aliran darah ke saraf mata menjadi terganggu.

Penanganan dan Saran Untuk Penderita NTG

1. Edukasi Pasien:

  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Hindari gerakan yoga yang membuat kepala berada di bawah (head-stand), karena bisa meningkatkan tekanan bola mata (TIO).

2. Penurunan TIO

Meskipun tekanan normal, penurunan TIO diharapkan dapat melambatkan progresi, seperti penggunaan obat-obat tetes mata yang direkomendasikan oleh dokter mata seperti prostaglandin, brimonidine maupun beta blocker.

3. Mengontrol Penyakit Pembuluh Darah Sistemik, seperti : 

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi (hiperlipidemia)

4. Pilihan Terapi Lain

Prosedur pembedahan mungkin perlu dipertimbangkan jika penyakit ini terus berkembang meskipun tekanan bola mata (TIO) sudah rendah.

Pasien dengan NTG memerlukan pemeriksaan mata dan tes diagnostik rutin secara berkala untuk memastikan bahwa pengobatan berjalan efektif dan kondisinya tidak memburuk. Lakukan pemeriksaan mata setiap 1 tahun sekali dan pantau perkembangan penyakit melalui pemeriksaan saraf mata (OCT) dan pemeriksaan lapang pandang (Perimetri).

Periksa Glaukoma di RS Mata SMEC

NTG membuktikan bahwa glaukoma tidak selalu berhubungan dengan tekanan bola mata yang tinggi. Deteksi dini melalui pemeriksaan struktur saraf optik dan lapang pandang sangat penting dilakukan, terutama pada kelompok yang berisiko tinggi. Tim dokter spesialis mata RS Mata SMEC siap melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan terapi yang sesuai dengan keluhan mata Anda.

Jangan abaikan glaukoma hanya karena tekanan bola mata Anda normal. Jika ada riwayat keluarga dengan glaukoma dan terdapat keluhan lapang pandang mulai menyempit, segera jadwalkan konsultasi di RS Mata SMEC.

Next Article: Ikhtiar Penglihatan Lebih Baik di Bulan Ramadhan: Apakah LASIK Jawabannya?

The Most Popular

Kapan Anak Perlu Pemeriksaan Mata?

Banyak orang tua beranggapan bahwa pemeriksaan mata hanya diperlukan ketika anak mulai mengeluh penglihatannya kabur atau mengalami masalah pada mata. Padahal, tidak semua gangguan penglihatan pada anak menimbulkan keluhan yang jelas. Bahkan, beberapa kondisi mata dapat terjadi sejak lahir dan memengaruhi perkembangan penglihatan anak tanpa disadari oleh orang tua. Dalam rangka memperingati Children’s Eye Health and Safety Month, penting bagi orang tua untuk memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan mata pada anak. Deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi proses belajar, tumbuh kembang, dan kualitas hidup anak di masa depan.


Merdeka dari Katarak: Maknai Hari Kemerdekaan dengan Penglihatan yang Lebih Baik

Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Namun, makna kemerdekaan tidak hanya terbatas pada peristiwa bersejarah. Kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kebebasan untuk menjalani hidup dengan lebih baik, termasuk terbebas dari berbagai penyakit yang menghambat aktivitas sehari-hari.  Katarak adalah salah satu penyakit mata yang paling umum menurunkan kualitas hidup seseorang. Penglihatan yang semakin kabur akibat katarak dapat membatasi berbagai aktivitas, mulai dari membaca, mengemudi, beribadah, hingga menikmati waktu bersama keluarga. Karena itu, momentum Hari Kemerdekaan Indonesia tepat dijadikan pengingat bahwa mengobati katarak berarti mengembalikan kualitas hidup dan hak setiap orang untuk melihat dunia dengan lebih jelas. 


Children’s Eye Health and Safety Month: Jangan Tunggu Anak Mengeluh, Periksakan Matanya Sejak Dini

Banyak orang tua mengira anak yang tidak pernah mengeluh berarti memiliki penglihatan yang baik. Padahal, gangguan penglihatan pada anak sering kali sulit dikenali karena mereka belum menyadari bahwa apa yang dilihat berbeda dari orang lain. Akibatnya, kelainan mata baru diketahui setelah mulai mengganggu proses belajar, bermain, bahkan menurunkan rasa percaya diri anak. Dalam rangka memperingati Children’s Eye Health and Safety Month, mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan mata anak. Pemeriksaan mata secara rutin merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan hasilnya menjadi lebih optimal.


Tags
Normal tension glaucoma
Tekanan bola mata
Pemeriksaan oct
Lapang pandang
Glaukoma
Kesehatan mata
Rs mata smec
Saraf optik

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

20 Aug 2026

Kapan Anak Perlu Pemeriksaan Mata?

Detail
BERITA KESEHATAN

18 Aug 2026

Merdeka dari Katarak: Maknai Hari Kemerdekaan dengan Penglihatan yang Lebih Baik

Detail
BERITA KESEHATAN

07 Aug 2026

Children’s Eye Health and Safety Month: Jangan Tunggu Anak Mengeluh, Periksakan Matanya Sejak Dini

Detail
BERITA KESEHATAN

23 Jul 2026

Mengenali Masalah Mata pada Bayi Usia 0-12 Bulan

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.