Perubahan pada Mata Selama Kehamilan: Apakah Normal?
Kehamilan dapat menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh seorang wanita, mulai dari hormon, metabolisme, hingga sistem peredaran darah. Tak banyak yang menyadari bahwa perubahan ini juga dapat mempengaruhi kesehatan mata dan ketajaman penglihatan (visus). Sebagian besar perubahan ini hanya bersifat sementara, namun terdapat juga kondisi tertentu yang perlu mendapatkan perhatian.
Mengapa Kehamilan Bisa Berpengaruh pada Mata?
Selama masa kehamilan terjadi ketidakseimbangan hormon akibat peningkatan kadar estrogen dan progesteron. Perubahan ini dapat mempengaruhi berbagai struktur mata, termasuk kornea, lensa, hingga retina. Beberapa perubahan pada mata tersebut dapat memperberat kondisi mata yang sudah ada sebelumnya, sementara kondisi lainnya dapat muncul pertama kali selama kehamilan dan berkaitan dengan komplikasi dalam kehamilan. Akibatnya, beberapa ibu hamil merasakan penglihatan menjadi sedikit buram atau tidak setajam biasanya.Perubahan pada tekanan darah dan kadar gula darah selama kehamilan juga dapat berdampak pada mata, terutama pada ibu dengan kondisi medis tertentu. Mari mengenali perubahan normal dan tidak normal pada penglihatan selama masa kehamilan.
Perubahan Pada Mata yang Umum Terjadi Saat Hamil
Beberapa perubahan pada mata yang sering dialami selama masa kehamilan antara lain:
- Peningkatan pigmentasi pada kelopak mata, yang dikenal sebagai melasma. Melasma umumnya akan membaik dan menghilang secara bertahap dalam beberapa bulan setelah persalinan.
- Mata lebih mudah kering dan terasa perih (Sindrom Mata Kering)
- Perubahan tajam penglihatan sehingga penglihatan terasa lebih buram dari biasanya atau berubah-ubah
- Sensitivitas kornea menurun hingga menyebabkan ketidaknyamanan saat menggunakan lensa kontak atau bahkan berisiko selama masa kehamilan.
- Mata lebih sensitif terhadap cahaya
- Tekanan intraokular (TIO) biasanya menurun sekitar 2–3 mmHg selama masa kehamilan. Namun, pada pasien dengan glaukoma, perjalanan klinisnya dapat bervariasi sehingga memerlukan pemantauan ketat.
Perubahan fisiologis ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik atau kembali seperti sebelum masa kehamilan setelah persalinan.
Kondisi Mata yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil
Meskipun sebagian besar perubahan penglihatan tidak berbahaya, tetapi terdapat beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus, seperti:
- Retinopati diabetik, yang dapat memburuk pada ibu dengan riwayat diabetes
- Hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia atau eklamsia), yang dapat menyebabkan berbagai gangguan penglihatan mendadak
- Penglihatan sangat buram, muncul kilatan cahaya, atau kehilangan penglihatan lapang pandang sebagian
Gejala-gejala tersebut tidak boleh diabaikan dan perlu segera diperiksakan ke dokter spesialis mata.
Apakah Aman Ganti Kacamata Saat Hamil?
Pada umumnya, tidak disarankan mengganti ukuran kacamata secara permanen selama kehamilan, kecuali bila sangat diperlukan. Hal ini karena perubahan visus sering kali bersifat sementara dan dapat kembali normal setelah persalinan. Ketebalan dan kelengkungan kornea umumnya meningkat pada trimester kedua dan ketiga, kemungkinan besar akibat retensi cairan. Karena perubahan ini, operasi refraktif kornea seperti LASIK dikontraindikasikan selama masa kehamilan. Jika ingin mengganti kacamata atau melakukan tindakan bedah refraktif sebaiknya ditunda hingga 3–6 bulan setelah persalinan, saat kondisi refraksi sudah kembali stabil.
Kapan Ibu Hamil Perlu Periksa ke Dokter Mata?
Ibu hamil disarankan untuk memeriksakan mata jika mengalami:
- Penglihatan kabur yang menetap
- Sakit kepala disertai gangguan penglihatan
- Riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi
- Keluhan mata yang semakin mengganggu aktivitas
Pemeriksaan mata aman dilakukan selama kehamilan dan dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini. Jangan ragu berkonsultasi jika terjadi perubahan penglihatan selama kehamilan, karena deteksi dini sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin.