Pernah melihat bercak kekuningan di kelopak mata yang tampak seperti noda lemak? Itu bisa jadi xanthelasma, kondisi yang sering dianggap masalah estetika biasa, padahal bisa menjadi petunjuk adanya gangguan metabolik, termasuk kolesterol tinggi.
Apa Itu Xanthelasma?
Xanthelasma adalah penumpukan plak berwarna kuning yang sering muncul biasanya pada dekat sudut bagian dalam kelopak mata, dapat terjadi pada area kelopak mata atas maupun bawah. Umumnya xanthelasma bersifat bilateral (muncul pada kedua kelopak mata) dan berjumlah lebih dari satu (multiple), dan tidak nyeri. Kondisi ini jinak (tidak ganas), tetapi kadang mengganggu penampilan dan rasa percaya diri.
Xanthelasma biasanya berkaitan dengan peningkatan kolesterol, dimana kondisi ini terbentuk ketika endapan kolesterol (lipid atau lemak) menumpuk di bawah kulit. Meskipun xanthelasma itu sendiri tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda adanya penyakit jantung.
Apakah Kondisi Ini Berbahaya?
Xanthelasma tidak berbahaya bagi penglihatan. Namun, kehadirannya bisa menjadi tanda bahwa seseorang memiliki masalah kadar kolesterol tinggi, terutama LDL (kolesterol jahat). Bahkan pada sebagian orang, kadar kolesterol bisa saja normal, tapi jenis partikelnya (seperti HDL rendah atau trigliserida tinggi) tetap menandakan risiko gangguan metabolik.
Siapa yang Rentan Mengalami Penyakit Ini?
Siapa saja bisa mengalami Xanthelasma, namun risikonya lebih tinggi pada kondisi seperti :
- Usia 30–50 tahun
- Perempuan lebih sering dibanding laki-laki
- Riwayat kolesterol tinggi atau dislipidemia (kadar lemak tinggi)
- Memiliki berat badan berlebih (Overweight / Obesitas)
- Riwayat tekanan darah tinggi atau diabetes melitus
- Riwayat penyakit jantung (cardiovascular disease)
- Perokok
- Hipotiroidisme
Bagaimana Cara Mendeteksinya?
Diagnosis Xanthelasma ini ditegakkan melalui :
- Pemeriksaan visual oleh dokter mata atau dokter kulit
- Pemeriksaan profil lipid darah lengkap
- Tes fungsi tiroid dan gula darah (jika dicurigai gangguan metabolik)
Pasien berusia 40 tahun ke bawah sebaiknya menjalani pemeriksaan kadar kolesterol dan profil lipid serum untuk menyingkirkan kemungkinan hiperkolesterolemia.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Tujuan utama dari pengobatan Xanthelasma ini adalah kosmetik (untuk memperbaiki penampilan). Namun, kekambuhan mungkin dapat terjadi hingga 50% kasus, terutama pada pasien dengan hiperkolesterolemia (kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi).
Pengobatan Lainnya Berupa :
- Perubahan gaya hidup (diet rendah lemak, olahraga, berhenti merokok)
- Obat penurun kolesterol seperti statin atau fibrat
- Pengelolaan penyakit penyerta (diabetes, hipotiroidisme)
- Tindakan pembedahan seperti : Eksisi Sederhana (Simple Excision), Mikrodiseksi (Microdissection)
- Metode lainnya berupa :
- Peeling kimia menggunakan asam bi- atau trikloroasetat (TCA) dapat memberikan hasil yang baik
- Laser ablation dan krioterapi (terapi beku) juga efektif, namun berisiko menimbulkan jaringan parut, termasuk perubahan warna kulit (hiperpigmentasi atau hipopigmentasi).
Haruskah Dikhawatirkan?
Xanthelasma memang tidak berbahaya secara langsung. Tapi jika diabaikan, Anda mungkin melewatkan deteksi dini dari:
- Dislipidemia
- Risiko penyakit jantung
- Sindrom metabolik
Karena itu, xanthelasma bukan sekadar masalah kosmetik karena hal itu bisa jadi peringatan awal dari tubuh Anda.
Pemeriksaan Xanthelasma di RS Mata SMEC
Jika Anda atau keluarga memiliki bercak kekuningan di kelopak mata, jangan abaikan. Jadwalkan pemeriksaan di RS Mata SMEC untuk mengetahui apakah itu hanya lesi biasa atau tanda dari gangguan kesehatan yang lebih serius.