Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Bukan Sekadar Hiburan: Ancaman Petasan terhadap Penglihatan

  • 02 Jan 2026
  • dr. Agung Bhakti Wiratama, Sp.M
SHARE :

Bukan Sekadar Hiburan: Ancaman Petasan terhadap Penglihatan

Petasan dan kembang api sering dianggap sebagai hiburan yang seru dan tidak berbahaya. Namun dibalik cahaya dan suara yang menarik, petasan dan kembang api berpotensi melukai siapa saja. Jika tidak digunakan sesuai dengan pedoman keselamatan, petasan dan kembang api dapat menyebabkan luka serius pada mata terutama ketika berada di tangan anak-anak. Banyak kasus cedera mata berat terjadi akibat percikan api, ledakan, atau serpihan petasan yang mengenai mata secara langsung. Cedera ini tidak hanya menyebabkan rasa perih atau mata merah, tetapi juga dapat berujung pada kerusakan penglihatan permanen, bahkan kebutaan jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Di Amerika Serikat, kasus trauma akibat kembang api memiliki angka yang cukup tinggi. American Academy of Pediatrics melaporkan bahwa cedera mata mencakup sekitar 20% dari seluruh cedera terkait kembang api. Dari semua cedera mata akibat kembang api di Amerika Serikat, sekitar 65,9% terjadi pada individu berusia 18 tahun atau lebih muda, dan 71,9–89% penderitanya adalah laki-laki. Laporan Special Study tahun 2022 menunjukkan bahwa ribuan cedera akibat kembang api masih terjadi setiap tahunnya, dengan sebagian besar adalah laki-laki dan kelompok usia produktif serta anak-anak. Jenis petasan yang paling sering menyebabkan cedera adalah petasan dan kembang api kecil. 

Insiden cedera mata akibat petasan atau kembang api yang dilaporkan di Indonesia masih relatif sedikit, karena banyak kejadian yang tidak tercatat secara resmi dan hanya ditangani di rumah. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, serta penting bagi masyarakat untuk memahami dampak cedera tersebut dan bagaimana penanganan yang tepat. Pengawasan khusus dibutuhkan dalam penggunaan petasan atau kembang api, terutama pada anak-anak.

Pertolongan Pertama Jika Mata Terkena Petasan

  1. Jangan menekan atau mengucek mata
  2. Tutup mata dengan pelindung bersih tanpa memberi tekanan
  3. Jangan mengambil benda asing yang terdapat di bagian mata
  4. Hindari meneteskan obat mata tanpa anjuran dokter
  5. Segera bawa ke rumah sakit atau dokter spesialis mata

Pencegahan: Langkah Sederhana untuk Melindungi Mata

  • Hindari menyalakan petasan secara langsung
  • Gunakan pelindung mata jika berada di area yang berisiko
  • Awasi anak-anak dengan ketat
  • Untuk menyalakan kembang api, harus di bawah pengawasan orang dewasa.
  • Jangan berdiri terlalu dekat dengan sumber ledakan

RS Mata SMEC memiliki layanan dan dokter spesialis mata berpengalaman dalam menangani cedera mata akibat trauma, termasuk trauma mata yang disebabkan petasan dan kembang api. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan penglihatan. Ingat, satu ledakan dapat berdampak seumur hidup pada penglihatan.

Next Article: Mata Merah Seperti Berdarah, Perlukah Khawatir? Kenali Perdarahan Subkonjungtiva

The Most Popular

Children’s Eye Health and Safety Month: Jangan Tunggu Anak Mengeluh, Periksakan Matanya Sejak Dini

Banyak orang tua mengira anak yang tidak pernah mengeluh berarti memiliki penglihatan yang baik. Padahal, gangguan penglihatan pada anak sering kali sulit dikenali karena mereka belum menyadari bahwa apa yang dilihat berbeda dari orang lain. Akibatnya, kelainan mata baru diketahui setelah mulai mengganggu proses belajar, bermain, bahkan menurunkan rasa percaya diri anak. Dalam rangka memperingati Children’s Eye Health and Safety Month, mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan mata anak. Pemeriksaan mata secara rutin merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan hasilnya menjadi lebih optimal.


Central Retinal Artery Occlusion (CRAO): Stroke pada Mata yang Harus Segera Ditangani

Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) atau Oklusi Arteri Retina Sentral (OARS) adalah kondisi tersumbatnya arteri retina sentral, yaitu pembuluh darah utama yang membawa oksigen dan nutrisi ke retina. Penyakit ini termasuk kegawatdaruratan mata yang memerlukan penanganan segera dalam hitungan jam. Penglihatan buram atau menghilang secara mendadak seringkali pada satu mata tanpa rasa sakit merupakan ciri khas dari CRAO. 75% pasien datang dengan tajam penglihatan yang tidak baik, biasanya pasien hanya mampu menghitung jari bahkan lebih buruk.


Retinopathy of Prematurity (ROP): Ancaman Penglihatan pada Bayi Prematur

Kelahiran prematur bukan hanya soal berat badan lahir rendah ataupun paru-paru yang belum matang, tetapi mata bayi prematur juga sangat berisiko mengalami gangguan serius. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu pertumbuhan abnormal pembuluh darah retina yang bisa menyebabkan kebutaan permanen bila tidak dideteksi dan ditangani sejak dini.


Tags
Bahaya petasan
Trauma mata
Cedera mata
Kesehatan mata
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

07 Aug 2026

Children’s Eye Health and Safety Month: Jangan Tunggu Anak Mengeluh, Periksakan Matanya Sejak Dini

Detail
BERITA KESEHATAN

23 Jul 2026

Mengenali Masalah Mata pada Bayi Usia 0-12 Bulan

Detail
BERITA KESEHATAN

22 Jul 2026

Central Retinal Artery Occlusion (CRAO): Stroke pada Mata yang Harus Segera Ditangani

Detail
BERITA KESEHATAN

16 Jul 2026

Retinopathy of Prematurity (ROP): Ancaman Penglihatan pada Bayi Prematur

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.