Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Mata Merah Seperti Berdarah, Perlukah Khawatir? Kenali Perdarahan Subkonjungtiva

  • 08 Jan 2026
  • dr. Chitra Wulandari, Sp.M
SHARE :

Mata Merah Seperti Berdarah, Perlukah Khawatir? Kenali Perdarahan Subkonjungtiva

Mata yang tiba-tiba merah terang bisa menimbulkan kepanikan. Banyak orang langsung mengira ada pendarahan serius atau penyakit berbahaya. Namun, kondisi ini mungkin hanyalah perdarahan subkonjungtiva dimana terjadi pecahnya pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva yang tampak “mengerikan” tetapi sering kali tidak berbahaya dan seringkali sembuh dengan sendirinya.

Apa Itu Perdarahan Subkonjungtiva?

Perdarahan subkonjungtiva (subconjunctival bleeding) adalah perdarahan di bawah konjungtiva (lapisan transparan yang menutupi bagian putih mata). Konjungtiva mata banyak mengandung pembuluh darah kecil yang bisa pecah. Darah yang keluar dari pembuluh darah halus akan terjebak di antara konjungtiva dan sklera yang dapat membentuk bercak merah mencolok pada mata. Munculnya lesi berwarna merah terang, bersifat akut, tidak nyeri, dan tidak disertai tanda inflamasi atau infeksi. Meski terlihat menakutkan, kondisi ini umumnya tidak menyebabkan rasa sakit, gangguan penglihatan, dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Penyebab yang Sering Terjadi

Faktor yang sering menyebabkan pecahnya pembuluh darah antara lain :

  • Bersin atau batuk yang kuat.
  • Mengejan keras (misalnya saat mengangkat beban atau konstipasi).
  • Menggosok mata terlalu kuat.
  • Cedera ringan atau trauma mata.
  • Peningkatan tekanan darah atau penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
  • Penggunaan obat pengencer darah (aspirin, warfarin).

Sering kali, perdarahan subkonjungtiva muncul tanpa sebab yang jelas (idiopatik).

Gejala yang Dialami

  • Bercak merah terang di bagian putih mata.
  • Biasanya tidak ada rasa sakit atau hanya rasa tidak nyaman ringan.
  • Tidak menyebabkan pandangan buram.
  • Tidak ada cairan atau nanah yang keluar dari mata.

Apakah Kondisi ini Berbahaya? Kapan Harus Ditindaklanjuti?

Umumnya, perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi ringan dimana darah biasanya akan diserap kembali dalam waktu 1–2 minggu. Pemulihan bisa memakan waktu hingga 3 minggu pada pasien yang menggunakan obat antikoagulan. Kompres dingin dan tetes mata buatan dapat membantu mengurangi pembengkakan jaringan dan meredakan rasa tidak nyaman. Namun, Anda perlu waspada jika :

  • Bercak darah tidak kunjung menghilang setelah lebih dari 2–3 minggu.
  • Terjadi berulang kali tanpa sebab yang jelas.
  • Disertai gejala lain : nyeri hebat, penglihatan menurun, atau trauma berat pada mata.

Penanganan Sederhana Yang Dapat Dilakukan

  • Gunakan tetes mata pelembab (artificial tears) untuk mengurangi gejala iritasi pada mata.
  • Hindari menggosok mata.
  • Kontrol tekanan darah atau penyakit kronis yang bisa memicu pecahnya pembuluh darah.
  • Konsultasi segera ke dokter mata jika perdarahan konjungtiva disebabkan oleh trauma dan dicurigai adanya trauma intraokular.

Periksa Perdarahan Subkonjungtiva di RS Mata SMEC

Jika Anda atau keluarga mengalami mata merah mendadak yang menimbulkan rasa kekhawatiran, jangan tunda pemeriksaan. Tim dokter spesialis RS Mata SMEC siap memberikan penanganan dan edukasi terbaik.

Next Article: Mata Minus: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

The Most Popular

Laserasi Kornea akibat Trauma: Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat rentan mengalami cedera. Mulai dari benturan, paparan benda tajam, serpihan material, hingga kecelakaan saat bekerja dapat menyebabkan trauma pada mata. Salah satu kondisi cedera mata yang memerlukan penanganan medis secara serius adalah laserasi kornea. Laserasi kornea adalah luka robek pada kornea akibat benturan atau tusukan benda asing. Kornea sendiri merupakan lapisan bening yang berada di bagian paling depan mata dan berfungsi memfokuskan cahaya agar penglihatan tetap jelas.


Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Penglihatan yang mulai berkabut, semakin lama semakin buram, atau sulit melihat pada malam hari dapat menjadi tanda katarak. Ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak dapat menjadi pilihan. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah fakoemulsifikasi, yaitu prosedur untuk mengeluarkan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam buatan atau lensa intraokular (IOL).  Teknik ini telah menjadi bagian penting dari operasi katarak modern.


Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Persiapan anak sebelum memasuki sekolah tidak hanya seragam baru ataupun tas baru, skrining mata pada anak sebelum memasuki masa sekolah juga sangatlah penting, terutama jika salah satu atau kedua orang tua menggunakan kacamata minus atau memiliki gangguan refraksi (rabun jauh, atau astigmatisme/silindris). Tujuan skrining mata anak antara lain untuk mengidentifikasi apakah anak mengalami ambliopia (mata malas), strabismus (ketidaksejajaran posisi mata atau mata juling), kelainan refraksi signifikan (yang memerlukan kacamata), atau kelainan mata lainnya.


Tags
Perdarahan mata
Dokter mata
Kesehatan mata
Mata merah
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

15 Sep 2026

Laserasi Kornea akibat Trauma: Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?

Detail
BERITA KESEHATAN

09 Sep 2026

Cedera Mata Saat Olahraga: Risiko yang Sering Diabaikan

Detail
BERITA KESEHATAN

02 Sep 2026

Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Detail
BERITA KESEHATAN

27 Aug 2026

Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.