Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Mata Minus: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

  • 15 Jan 2026
  • dr. Niken Nuringsih Rachmawati, Sp.M
SHARE :

Gambar Mata-Minus.jpeg

Mata Minus: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Mata minus, atau secara medis dikenal sebagai miopia (nearsightedness), adalah gangguan refraksi mata yang membuat seseorang sulit melihat objek yang jauh dengan jelas. Kondisi ini sangat umum terjadi, terutama pada anak-anak dan remaja, dan dapat memburuk seiring waktu jika tidak ditangani dengan baik.

Apa Penyebab Mata Minus?

Mata minus terjadi ketika bentuk bola mata terlalu panjang, atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus tepat di retina, melainkan jatuh di depan retina. Akibatnya, penglihatan jarak jauh menjadi buram.

Faktor-faktor penyebab antara lain:

  • Faktor genetik: Jika orang tua memiliki mata minus, risiko anak mengalami hal yang sama meningkat.
  • Kebiasaan visual: Terlalu sering menatap layar gadget atau membaca dalam jarak dekat dalam waktu lama.
  • Kurangnya paparan cahaya alami: Anak-anak yang jarang bermain di luar ruangan cenderung lebih berisiko mengalami miopia.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala umum mata minus meliputi:

  • Penglihatan buram saat melihat jauh (seperti papan tulis atau rambu lalu lintas).
  • Sering menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas.
  • Sakit kepala atau mata tegang setelah aktivitas visual.
  • Kesulitan berkendara terutama di malam hari (night myopia).

Cara Penanganan dan Perawatan

Penanganan mata minus bertujuan untuk memperbaiki fokus cahaya agar jatuh tepat di retina. Pilihan penanganannya antara lain:

  1. Kacamata
    Merupakan solusi paling umum dan aman. Lensa minus membantu mengarahkan cahaya ke posisi yang tepat di retina.
  2. Lensa kontak
    Alternatif bagi yang ingin bebas dari kacamata, dengan hasil koreksi yang serupa.
  3. Operasi refraktif (seperti LASIK)
    Tindakan korektif untuk orang dewasa yang ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak. Tersedia di beberapa cabang RS Mata SMEC dengan teknologi terkini dan standar keamanan tinggi.
  4. Terapi farmakologis
    Pada kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan penggunaan obat tetes atropin dosis rendah untuk memperlambat perkembangan miopia, terutama pada anak-anak. Konsultasi langsung diperlukan untuk menentukan kelayakan terapi ini.

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Jika Anda atau anak Anda mulai sering mengeluh buram saat melihat jauh, atau memperlihatkan kebiasaan menyipitkan mata, segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti glaukoma, ablasi retina, atau degenerasi makula pada miopia tinggi.

Cek Mata Minus di RS Mata SMEC Sekarang!

Gangguan mata seperti miopia bisa ditangani lebih awal untuk mencegah risiko yang lebih serius di masa depan. Konsultasikan kesehatan mata Anda bersama dokter spesialis di RS Mata SMEC, rumah sakit mata terpercaya dengan jaringan nasional.
👉 Kunjungi cabang SMEC terdekat di kota Anda atau hubungi SMEC Customer Care untuk informasi lebih lanjut.

☎️ : 0804 122 7788 (Telepon)

📱 : 0811 901 1234 (SMS / WhatsApp)

📧 : info@rsmatasmec.com (Email)

Next Article: Menggunakan Kosmetik Seperti Eyeliner, Pastikan Jangan Sampai Terkena Abrasi Kornea Ya!

The Most Popular

Laserasi Kornea akibat Trauma: Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat rentan mengalami cedera. Mulai dari benturan, paparan benda tajam, serpihan material, hingga kecelakaan saat bekerja dapat menyebabkan trauma pada mata. Salah satu kondisi cedera mata yang memerlukan penanganan medis secara serius adalah laserasi kornea. Laserasi kornea adalah luka robek pada kornea akibat benturan atau tusukan benda asing. Kornea sendiri merupakan lapisan bening yang berada di bagian paling depan mata dan berfungsi memfokuskan cahaya agar penglihatan tetap jelas.


Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Penglihatan yang mulai berkabut, semakin lama semakin buram, atau sulit melihat pada malam hari dapat menjadi tanda katarak. Ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak dapat menjadi pilihan. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah fakoemulsifikasi, yaitu prosedur untuk mengeluarkan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam buatan atau lensa intraokular (IOL).  Teknik ini telah menjadi bagian penting dari operasi katarak modern.


Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Persiapan anak sebelum memasuki sekolah tidak hanya seragam baru ataupun tas baru, skrining mata pada anak sebelum memasuki masa sekolah juga sangatlah penting, terutama jika salah satu atau kedua orang tua menggunakan kacamata minus atau memiliki gangguan refraksi (rabun jauh, atau astigmatisme/silindris). Tujuan skrining mata anak antara lain untuk mengidentifikasi apakah anak mengalami ambliopia (mata malas), strabismus (ketidaksejajaran posisi mata atau mata juling), kelainan refraksi signifikan (yang memerlukan kacamata), atau kelainan mata lainnya.


Tags
Dokter mata
Kesehatan mata
Mata minus
Miopia
Rabun jauh
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

15 Sep 2026

Laserasi Kornea akibat Trauma: Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?

Detail
BERITA KESEHATAN

09 Sep 2026

Cedera Mata Saat Olahraga: Risiko yang Sering Diabaikan

Detail
BERITA KESEHATAN

02 Sep 2026

Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Detail
BERITA KESEHATAN

27 Aug 2026

Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.