Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Mengenali Masalah Mata pada Bayi Usia 0-12 Bulan

  • 23 Jul 2026
  • dr.Ariani Ratri Dewi, Sp.M
SHARE :

Bayi baru lahir dapat mengalami berbagai gangguan mata yang disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk infeksi, komplikasi selama proses persalinan, serta kelainan mata bawaan. Berikut ini merupakan beberapa jenis masalah mata yang dapat terjadi pada bayi baru lahir:

  • Leukocoria

Picture1_MengenaliMataAnak.jpg

Leukokoria, atau yang dikenal sebagai ‘pupil putih’, adalah kondisi di mana mata menunjukkan refleks putih menggantikan refleks merah yang normal. Kondisi ini dapat terjadi akibat kelainan pada kornea, lensa, maupun retina. Pada kornea, penyebab leukokoria meliputi kekeruhan kongenital, ulkus, dan jaringan parut. Selain itu, katarak kongenital juga menjadi salah satu faktor penyebab yang sering ditemukan. Faktor lain yang dapat menimbulkan leukokoria antara lain eksudat retina, peradangan pada retina dan koroid, serta tumor retina seperti retinoblastoma. Semua kondisi tersebut memerlukan penanganan segera melalui pemeriksaan oleh dokter spesialis mata guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

  • Buphthalmos

Picture2_MengenalMataAnak.jpg

Buftalmos, yang juga dikenal dengan istilah ‘mata sapi’, merupakan kondisi di mana mata bayi dengan glaukoma kongenital mengalami pembesaran serta tampak agak kebiruan. Kondisi ini terjadi akibat perubahan transparansi kornea disertai dengan pembesaran kornea itu sendiri. Tekanan intraokular yang tinggi menyebabkan edema kornea, yang pada tahap awal membuat kornea tampak kebiruan, kemudian berubah menjadi keruh, dan akhirnya buram. Peningkatan tekanan yang berkelanjutan akan memicu pembesaran kornea dan bola mata. Selain itu, tekanan intraokular yang tinggi dapat merusak saraf optik melalui mekanisme yang serupa dengan glaukoma pada orang dewasa.

  • Ophthalmia neonatorum

Picture3_MengenalMataAnak.jpg

Ophthalmia neonatorum merupakan konjungtivitis yang terjadi pada empat minggu pertama kehidupan bayi. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah infeksi akibat bakteri Chlamydia trachomatis. Penyebab lain yang kurang umum meliputi infeksi virus herpes simpleks dan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi klamidia dan gonokokus biasanya didapatkan melalui jalan lahir saat proses persalinan. Ophthalmia neonatorum merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa serta penglihatan bayi. Infeksi Neisseria gonorrhoeae dapat dengan cepat menyebar ke kornea, menyebabkan ulserasi kornea yang parah hingga perforasi. Sedangkan infeksi klamidia berpotensi menyebar ke saluran pernapasan bayi.

  • Ptosis

Picture4_MengenalMataAnak.jpg

Ptosis adalah ketidakmampuan membuka / mengangkat kelopak mata. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan fungsi penglihatan. Jika kelopak mata turun hingga menutupi pupil, stimulasi penglihatan yang diterima retina akan kurang sehingga penglihatan anak kurang berkembang. Selain itu, kelopak mata yang menutupi separuh permukaan kornea juga dapat mengakibatkan astigmatisme dimana kelengkungan kornea dibagian yang tertutup ptosis menjadi lebih datar.

  • Dacryostenosis

Picture5_MengenalMataAnaj.jpg

Pada sebagian bayi, saluran pembuangan air mata belum berkembang secara sempurna, sehingga aliran air mata keluar dari area mata menjadi terhambat. Kondisi ini dikenal sebagai sumbatan saluran air mata atau dakriostenosis. Meskipun sebagian besar kasus dakriostenosis akan membaik secara spontan sebelum bayi berusia satu tahun, terdapat pula kasus yang menetap dan memerlukan penanganan dari tenaga medis profesional. Selain itu, sumbatan pada saluran air mata juga dapat terjadi di kemudian hari akibat berbagai faktor, seperti cedera, infeksi pada mata, atau pertumbuhan jaringan yang mengganggu aliran normal air mata.

Selain masalah mata yang telah disebutkan, terdapat beberapa penyakit lain yang dapat dijumpai pada bayi seperti Retinopathy of Prematurity (ROP) dan Retinoblastoma. Gangguan pada mata atau kemampuan melihat dapat berdampak pada tumbuh kembang anak. Perhatikan bentuk mata yang abnormal atau gejala gangguan penglihatan. Jadwalkan pemeriksaan mata sesuai anjuran untuk untuk mendeteksi masalah penglihatan sejak dini. Konsultasikan secara langsung dengan dokter spesialis Pediatric Ophthalmology di Rumah Sakit kami. Hubungi call center RS Mata SMEC untuk membuat janji temu dengan dokter.

Next Article: Children’s Eye Health and Safety Month: Jangan Tunggu Anak Mengeluh, Periksakan Matanya Sejak Dini

The Most Popular

World Sight Day 2026: Love Your Eyes, Saatnya Lebih Peduli pada Kesehatan Mata

Penglihatan menjadi bagian penting dari hampir setiap aktivitas kita. Mulai dari membaca, bekerja, belajar, berkendara, menggunakan gadget, hingga melihat orang-orang yang kita sayangi. Namun, karena mata digunakan setiap hari tanpa banyak disadari, kesehatannya sering kali baru mendapat perhatian ketika penglihatan mulai terganggu. Hari ini, 8 Oktober 2026, dunia memperingati World Sight Day. Tahun ini, International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) kembali membawa gerakan #LoveYourEyes, sebuah ajakan agar setiap orang menjadikan kesehatan mata sebagai bagian dari prioritas hidup sehari-hari. Kampanye World Sight Day 2026 juga menekankan pentingnya pengalaman dan suara masyarakat dalam mendorong akses terhadap pelayanan kesehatan mata bagi semua.


Kacamata atau Lensa Kontak? Yuk Kenali Plus Minusnya Sebelum Memilih!

Mata yang normal dan sehat memiliki kornea yang jernih, mulus, dan bulat, serta lensa yang jernih sehingga memungkinkan sinar cahaya melewatinya tanpa hambatan dan terfokus tepat di retina. Namun jika kornea tidak sehalus, sejernih, atau sebulat seharusnya, atau bola mata terlalu panjang atau terlalu pendek, sinar cahaya akan membengkok (atau mengalami refraksi) pada sudut yang tidak wajar. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi. Ketidakmampuan untuk mencapai fokus ini disebut gangguan refraksi, dan hal ini merupakan masalah mata yang paling umum terjadi. Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan refraksi ini, diantaranya penggunaan kacamata atau lensa kontak. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari Anda.


Menjaga Kesehatan Retina untuk Mempertahankan Penglihatan

Pernahkah kamu merasa penglihatan tiba-tiba muncul kilatan cahaya, banyak bintik hitam yang melayang, garis lurus terlihat bergelombang, atau pandangan terasa seperti tertutup bayangan? Keluhan seperti ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat berkaitan dengan gangguan pada retina. Retina memiliki peran penting dalam proses melihat. Beberapa penyakit retina bahkan dapat berkembang tanpa keluhan pada tahap awal, sehingga pemeriksaan mata menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi penglihatan.


Tags
Kesehatan mata bayi
Penyakit mata anak
Bayi baru lahir
Pediatrik oftalmologi
Dokter mata anak
Gangguan penglihatan
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

08 Oct 2026

World Sight Day 2026: Love Your Eyes, Saatnya Lebih Peduli pada Kesehatan Mata

Detail
BERITA KESEHATAN

07 Oct 2026

Kacamata atau Lensa Kontak? Yuk Kenali Plus Minusnya Sebelum Memilih!

Detail
BERITA KESEHATAN

30 Sep 2026

Papiledema: Ketika Pembengkakan Saraf Optik Menjadi Tanda Gangguan Serius

Detail
BERITA KESEHATAN

28 Sep 2026

Menjaga Kesehatan Retina untuk Mempertahankan Penglihatan

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.