Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Nystagmus Awareness Day: Mengenal Gerakan Mata yang Tidak Terkontrol dan Dapat Mengganggu Penglihatan

  • 19 Jun 2026
  • dr. Balgis Desy Sulistyowati, Sp.M(K)
SHARE :

Nystagmus Awareness Day: Mengenal Gerakan Mata yang Tidak Terkontrol dan Dapat Mengganggu Penglihatan

Dalam rangka memperingati Nystagmus Awareness Day, sangat penting untuk lebih mengenal dengan kondisi yang sering kali kurang disadari ini. Nistagmus adalah gangguan pada mata yang ditandai dengan gerakan bola mata berulang secara berlebihan dan tidak terkontrol. Gerakan ini dapat terjadi secara horizontal, vertikal, maupun torsional (berputar) dan dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat dengan jelas.

Nystagmus.png

Meskipun sebagian orang dapat beradaptasi dengan kondisi ini, nistagmus tetap dapat mengganggu kualitas penglihatan dan aktivitas sehari-hari, terutama jika tidak ditangani dengan baik.

Jenis Nistagmus

Gerakan yang disebabkan oleh nistagmus dapat bervariasi dari lambat hingga cepat dan biasanya terjadi pada kedua mata. Orang dengan nistagmus sering memiringkan atau memutar kepala agar dapat melihat lebih jelas. Hal ini dapat membantu memperlambat gerakan mata. 

Terdapat 2 jenis nistagmus, yaitu nistagmus yang sudah ada sejak lahir (kongenital) dan nistagmus yang muncul di kemudian hari (didapat/acquired). 

  1. Nistagmus Kongenital
    Nistagmus yang terdapat pada bayi sejak lahir biasanya mulai menunjukkan gejala pada beberapa bulan pertama kehidupan, usia 6 minggu hingga 3 bulan. Anak dengan nistagmus kongenital biasanya terjadi pada kedua mata dan gerakan mata bergerak secara horizontal (dari sisi ke sisi). Terkadang, penyebab nistagmus pada anak tidak dapat diketahui secara pasti (idiopatik), meskipun kondisi ini dapat diturunkan secara genetik dari orang tua kepada anak. Anak-anak dengan nistagmus umumnya tidak melihat benda-benda tampak “bergoyang” atau bergerak. Sebaliknya, mereka biasanya mengalami penglihatan yang kabur (blurry vision) disertai penglihatan yang tidak bisa maksimal atau mata malas.

  2. Nistagmus Didapat (Acquired)
    Nistagmus dapat muncul di kemudian hari dan kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Pada beberapa kasus, nistagmus berkaitan dengan gangguan yang terjadi pada saraf, otak, telinga, atau sistem keseimbangan tubuh, akibat trauma kepala dan penggunaan alkohol maupun obat-obatan. Orang dewasa dengan nistagmus didapat sering menggambarkan benda-benda di sekitar mereka tampak bergoyang atau bergerak-gerak atau penglihatannya tidak stabil. 

Gejala yang Dapat Muncul

Gejala nistagmus dapat berbeda pada setiap orang, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Keluhan yang sering ditemukan antara lain:

  • Mata bergerak terus-menerus tidak terkontrol
  • Penglihatan goyang atau kabur dan tidak stabil
  • Gangguan penglihatan dimana objek/lingkungan sekitar bergerak (osilopsia)
  • Sensitif terhadap cahaya atau kesulitan melihat dalam gelap
  • Pusing
  • Gangguan keseimbangan mungkin terjadi pada beberapa kasus

Pada anak-anak, kondisi ini terkadang baru disadari ketika orang tua melihat gerakan mata anak yang tidak biasa / abnormal. 

Bagaimana Cara Menangani Nistagmus?

Penanganan nistagmus bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter mata dapat melakukan berbagai pemeriksaan untuk menentukan terapi yang sesuai.

Beberapa penanganan yang mungkin dilakukan untuk mengurangi gejala nistagmus yaitu:

  • Pemberian koreksi maksimal dengan penggunaan kacamata
  • Penanganan penyakit yang mendasari seperti operasi strabismus (mata juling)
  • Tindakan operasi pada kondisi tertentu seperti pasien dengan anomalous head posture (postur tubuh / posisi kepala yang abnormal, dimana pasien sering memiringkan kepala untuk mendapatkan penglihatan yang lebih baik)

Pentingnya Pemeriksaan Mata Sejak Dini

Gerakan mata yang tampak tidak normal sering kali dianggap sepele atau hanya kebiasaan. Padahal, gerakan mata yang terus-menerus dapat menyebabkan penglihatan menjadi kurang fokus dan dapat mengganggu kemampuan membaca, belajar, atau aktivitas sehari-hari seseorang. Bahkan, kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan penglihatan atau neurologis yang serius sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut. Pada bayi dan anak-anak, deteksi dini serta penatalaksanaan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak nistagmus dan mendukung perkembangan penglihatan yang lebih optimal.

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gerakan mata yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata. Jangan abaikan gerakan mata yang tidak biasa, terutama pada bayi dan  anak-anak. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat membantu menentukan terapi yang tepat serta memberikan hasil yang lebih baik bagi kesehatan mata.

Next Article: Ptosis pada Anak: Jangan Abaikan Kelopak Mata Turun Sejak Dini

The Most Popular

Laserasi Kornea akibat Trauma: Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat rentan mengalami cedera. Mulai dari benturan, paparan benda tajam, serpihan material, hingga kecelakaan saat bekerja dapat menyebabkan trauma pada mata. Salah satu kondisi cedera mata yang memerlukan penanganan medis secara serius adalah laserasi kornea. Laserasi kornea adalah luka robek pada kornea akibat benturan atau tusukan benda asing. Kornea sendiri merupakan lapisan bening yang berada di bagian paling depan mata dan berfungsi memfokuskan cahaya agar penglihatan tetap jelas.


Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Penglihatan yang mulai berkabut, semakin lama semakin buram, atau sulit melihat pada malam hari dapat menjadi tanda katarak. Ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak dapat menjadi pilihan. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah fakoemulsifikasi, yaitu prosedur untuk mengeluarkan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam buatan atau lensa intraokular (IOL).  Teknik ini telah menjadi bagian penting dari operasi katarak modern.


Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Persiapan anak sebelum memasuki sekolah tidak hanya seragam baru ataupun tas baru, skrining mata pada anak sebelum memasuki masa sekolah juga sangatlah penting, terutama jika salah satu atau kedua orang tua menggunakan kacamata minus atau memiliki gangguan refraksi (rabun jauh, atau astigmatisme/silindris). Tujuan skrining mata anak antara lain untuk mengidentifikasi apakah anak mengalami ambliopia (mata malas), strabismus (ketidaksejajaran posisi mata atau mata juling), kelainan refraksi signifikan (yang memerlukan kacamata), atau kelainan mata lainnya.


Tags
Nistagmus
Nistagmus kongenital
Nistagmus didapat
Gerakan mata tidak terkontrol
Osilopsia
Nystagmus awareness day
Kesehatan mata
Penglihatan kabur
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

15 Sep 2026

Laserasi Kornea akibat Trauma: Kapan Harus Segera ke Dokter Mata?

Detail
BERITA KESEHATAN

09 Sep 2026

Cedera Mata Saat Olahraga: Risiko yang Sering Diabaikan

Detail
BERITA KESEHATAN

02 Sep 2026

Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Detail
BERITA KESEHATAN

27 Aug 2026

Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.