Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • SMEC MEDAN
    • SMEC BALIKPAPAN
    • SMEC RAWAMANGUN
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Cataract Awareness Month: Katarak yang Terlambat Ditangani Dapat Menjadi Kegawatdaruratan Mata

  • 13 Jun 2026
  • Dr. Laksono Bagus Sasmito, Sp.M (K)
SHARE :

Banyak orang masih menganggap katarak sebagai bagian normal dari proses penuaan sehingga merasa penanganannya bisa ditunda kapan saja. Padahal katarak dapat disebabkan oleh berbagai hal dan beberapa faktor resiko dan jika dibiarkan terlalu lama, katarak tidak hanya membuat penglihatan semakin kabur, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan secara permanen bahkan kebutaan. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES) menunjukkan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia, terutama pada usia di atas 50 tahun, dengan angka mencapai 81,2%. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa katarak telah menyebabkan gangguan penglihatan yang serius pada lebih dari 94 juta orang di seluruh dunia.

Dalam rangka memperingati Cataract Awareness Month, kita mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan tidak menganggap katarak sebagai hal yang sepele atau sekedar “mata kabur biasa”. Deteksi dini dan penanganan yang cepat serta tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas penglihatan tetap optimal sehingga aktivitas sehari-hari bisa terjamin dengan baik.

Mengenal Katarak Lebih Dekat 

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang normalnya jernih menjadi keruh. Kekeruhan ini membuat cahaya sulit masuk ke retina sehingga penglihatan menjadi kabur seperti berkabut atau berawan. Katarak umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak pasien mengabaikan dan menunda pemeriksaan sehingga penglihatan sudah sangat terganggu.

Gejala Katarak yang Sering Diabaikan

Banyak pasien baru menyadari dirinya mengalami katarak setelah penglihatan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, berkendara, atau mengenali wajah orang lain. Karena berkembang secara perlahan dan tanpa rasa nyeri, katarak sering kali dianggap sepele dan terlambat ditangani. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali tanda-tanda katarak sejak dini agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi semakin berat. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain: 

  • Penglihatan kabur seperti berkabut atau berawan
  • Silau saat melihat cahaya terutama malam hari
  • Warna tampak lebih kusam
  • Sering mengganti ukuran kacamata
  • Penglihatan ganda

Bahaya Jika Katarak Terlambat Ditangani

Katarak yang terus berkembang dapat menjadi semakin padat dan keras (katarak matur hingga hipermatur). Pada tahap ini, operasi katarak bisa menjadi lebih sulit dan terjadinya risiko komplikasi semakin meningkat. Selain menyebabkan penurunan penglihatan berat bahkan kebutaan, katarak yang terlambat ditangani juga dapat memicu kondisi berbahaya seperti:

1. Glaukoma Fakomorfik

Lensa yang semakin membengkak akibat katarak dapat menutup saluran cairan dalam bola mata sehingga tekanan bola mata meningkat secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut glaukoma fakomorfik dan menyebabkan glaukoma akut yang termasuk kedalam kegawatdaruratan mata.

Pasien dapat mengalami:

  • Nyeri mata hebat
  • Mata merah
  • Penglihatan sangat kabur
  • Mual dan muntah

Jika tidak segera ditangani, kerusakan saraf mata dapat bersifat permanen.

2. Peradangan Mata Akibat Katarak

Pada katarak yang sangat lanjut, protein lensa dapat memicu reaksi peradangan di dalam mata (uveitis fakolitik). Kondisi ini juga dapat meningkatkan tekanan bola mata dan merusak struktur mata.

3. Risiko Operasi Menjadi Lebih Tinggi

Katarak yang terlalu matang biasanya lebih keras sehingga prosedur operasi menjadi lebih kompleks dibandingkan katarak yang ditangani lebih awal.

Jangan Tunggu Hingga Penglihatan Hilang

Masih banyak masyarakat yang menunda operasi katarak karena takut atau merasa penglihatannya “masih cukup”. Padahal, penanganan lebih dini dapat membantu menjaga kualitas hidup pasien dan mengurangi risiko komplikasi yang serius. Jika Anda mulai merasa penglihatan kabur, silau, dan mengganggu aktivitas, jangan menunggu hingga kondisi semakin berat. Segera lakukan pemeriksaan mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semakin cepat katarak ditangani, semakin baik peluang untuk mempertahankan kualitas penglihatan dan kesehatan mata.

Next Article: Nystagmus Awareness Day: Mengenal Gerakan Mata yang Tidak Terkontrol dan Dapat Mengganggu Penglihatan

The Most Popular

Cedera Mata Saat Olahraga: Risiko yang Sering Diabaikan

Olahraga memang baik untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi bukan berarti bebas dari risiko cedera. Saat berolahraga, mata juga dapat berisiko terkena benturan dari bola, raket, atau bahkan mengalami cedera akibat kontak dengan pemain lain. Cedera yang terlihat dari luar mungkin terlihat ringan, tetapi dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada bagian dalam bola mata yang dapat mengganggu penglihatan. Melalui Sports Eye Safety Month, penting bagi kita untuk lebih sadar bahwa menjaga kesehatan mata juga merupakan bagian dari keselamatan saat berolahraga. Dengan perlindungan yang tepat dan mengetahui tanda-tanda cedera mata, risiko gangguan penglihatan akibat olahraga dapat diminimalkan.


Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Penglihatan yang mulai berkabut, semakin lama semakin buram, atau sulit melihat pada malam hari dapat menjadi tanda katarak. Ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak dapat menjadi pilihan. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah fakoemulsifikasi, yaitu prosedur untuk mengeluarkan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam buatan atau lensa intraokular (IOL).  Teknik ini telah menjadi bagian penting dari operasi katarak modern.


Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Persiapan anak sebelum memasuki sekolah tidak hanya seragam baru ataupun tas baru, skrining mata pada anak sebelum memasuki masa sekolah juga sangatlah penting, terutama jika salah satu atau kedua orang tua menggunakan kacamata minus atau memiliki gangguan refraksi (rabun jauh, atau astigmatisme/silindris). Tujuan skrining mata anak antara lain untuk mengidentifikasi apakah anak mengalami ambliopia (mata malas), strabismus (ketidaksejajaran posisi mata atau mata juling), kelainan refraksi signifikan (yang memerlukan kacamata), atau kelainan mata lainnya.


Tags
Gejala katarak
Komplikasi katarak
Glaukoma fakomorfik
Cataract awareness month
Katarak
Kesehatan mata
Operasi katarak
Penglihatan kabur
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

09 Sep 2026

Cedera Mata Saat Olahraga: Risiko yang Sering Diabaikan

Detail
BERITA KESEHATAN

02 Sep 2026

Katarak Mengganggu Penglihatan? Kenali Operasi Fakoemulsifikasi 

Detail
BERITA KESEHATAN

27 Aug 2026

Persiapan Sebelum Anak Sekolah : Skrining Mata Anak

Detail
BERITA KESEHATAN

20 Aug 2026

Kapan Anak Perlu Pemeriksaan Mata?

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • SMEC MEDAN
  • SMEC BALIKPAPAN
  • SMEC RAWAMANGUN
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.