Rumah Sakit Mata SMEC

Rumah Sakit Mata SMEC
  • Kontak Kami
  • ID
    • EN
    • ID
  • Masuk/Daftar
  • HOME
  • LAYANAN
    • Katarak
    • Lasik
    • Retina
    • Glaukoma
    • Lihat Layanan Lainnya
  • TEMUKAN DOKTER
  • RUMAH SAKIT KAMI
    • SMEC TEBET
    • SMEC PATRIA
    • Lihat Rumah Sakit Lainnya
  • BUAT JANJI
  • TENTANG KAMI
  • ARTIKEL
  • INFORMASI
    • Hak dan Kewajiban Pasien
    • Promosi
    • Indikator Mutu RS
    • Karir
    • Customer Care
    • Optic
    • Cerita Pasien
    • Event
    • Asuransi
    • Perpustakaan Digital
    • Masuk
  • ID
    • EN
    • ID
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
    • HOME
    • LAYANAN
    • DOKTER KAMI
    • RUMAH SAKIT KAMI
    • BUAT JANJI
    • TENTANG KAMI
    • ARTIKEL
    • INFORMASI
      • Hak dan Kewajiban Pasien
      • Promosi
      • Indikator Mutu RS
      • Karir
      • Customer Care
      • Optic
      • Cerita Pasien
      • Event
      • Asuransi
      • Perpustakaan Digital
    • KONTAK KAMI
Temukan Dokter
Temukan Rumah Sakit
Buat Janji
BERITA KESEHATAN

Panduan Puasa Aman untuk Pasien Diabetik Retinopati 

  • 18 Mar 2026
  • dr. Syahira Halisa, Sp.M
SHARE :

Panduan Puasa Aman untuk Pasien Diabetik Retinopati 

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat dinantikan. Namun bagi penderita diabetes dengan komplikasi mata (diabetik retinopati), muncul pertanyaan besar apakah puasa aman untuk mata? Penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa puasa tidak berbahaya, tetapi tidak juga selalu aman untuk semua pasien. Kuncinya adalah memahami kondisi tubuh dan mata masing-masing.

Apa Itu Diabetik Retinopati?

Diabetik Retinopati adalah kerusakan pembuluh darah retina sebagai komplikasi diabetes jangka panjang. Retina adalah lapisan penting di bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya. Jika gula darah sering tinggi atau tidak stabil, pembuluh darah retina bisa tersumbat atau tumbuh pembuluh darah baru yang rapuh. Akibatnya, penglihatan bisa kabur hingga berisiko kebutaan.

Amankah Puasa Untuk Pasien Diabetik Retinopati?

Meskipun diabetik retinopati sendiri bukan alasan untuk tidak berpuasa, sebuah studi besar yang menganalisis ribuan pasien dengan diabetes yang berpuasa selama Ramadan menemukan beberapa hal penting:

  • Pasien dengan retinopati memiliki risiko lebih besar mengalami fluktuasi gula darah saat berpuasa.
  • Hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi) lebih sering terjadi pada pasien yang juga punya retinopati dibanding yang tidak punya.
  • Adanya retinopati berkaitan dengan kemungkinan harus menghentikan puasa karena gula darah rendah (hipoglikemia) atau tinggi.
  • Komplikasi ini biasanya ditemukan pada orang yang diabetesnya sudah lebih lama atau memerlukan insulin, sehingga tubuh kurang fleksibel dalam menyesuaikan perubahan puasa.

Dari sudut pandang kesehatan mata, puasa perlu dilakukan dengan pengawasan bila pasien:

  • Baru mengalami perdarahan retina
  • Sedang menjalani terapi suntikan anti-VEGF atau laser retina
  • Mengalami edema makula diabetik aktif
  • Penglihatan satu-satunya yang berfungsi sudah menurun

Dalam kondisi ini, menjaga kestabilan metabolik sangatlah penting untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen.

Tips Aman Bagi Penderita Diabetik Retinopati yang ingin menjalankan ibadah puasa

Untuk pasien yang dinilai aman berpuasa:

  • Konsultasikan dengan dokter sebelum Ramadhan
  • Perhatikan pengaturan obat agar tidak menyebabkan gula darah terlalu rendah di siang hari.
  • Monitor Gula Darah Secara Teratur
  • Cukupi cairan saat berbuka dan sahur untuk menjaga aliran darah retina
  • Hindari lonjakan gula berlebihan saat berbuka
  • Kurangi paparan layar berlebihan saat mata terasa lelah
  • Segera periksa bila muncul penglihatan kabur mendadak, bayangan gelap, atau kilatan cahaya.

Puasa adalah ibadah yang mulia, namun kesehatan mata adalah amanah seumur hidup. Diabetik Retinopati yang terdeteksi dan ditangani lebih awal dapat mencegah gangguan penglihatan yang berat. Bila Anda memiliki diabetes dan ingin memastikan mata tetap aman selama berpuasa, kunjungi RS Mata SMEC dan membuat janji temu dengan dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan retina secara menyeluruh.

Next Article: Menjaga Kesehatan Mata bagi Penderita Hipertensi saat Puasa

The Most Popular

Ptosis pada Anak: Jangan Abaikan Kelopak Mata Turun Sejak Dini

Kelopak mata anak tampak turun sebelah? Waspadai ptosis pada anak yang bisa ganggu penglihatan. Ketahui penyebab dan pengobatannya di RS Mata SMEC.


Nystagmus Awareness Day: Mengenal Gerakan Mata yang Tidak Terkontrol dan Dapat Mengganggu Penglihatan

Nistagmus adalah kondisi gerakan mata yang tidak terkontrol dan dapat menyebabkan penglihatan kabur atau tidak stabil. Kenali jenis, gejala, penyebab, dan pentingnya deteksi dini untuk menjaga kualitas penglihatan.


Cataract Awareness Month: Katarak yang Terlambat Ditangani Dapat Menjadi Kegawatdaruratan Mata

Banyak orang masih menganggap katarak sebagai bagian normal dari proses penuaan sehingga merasa penanganannya bisa ditunda kapan saja. Padahal katarak dapat disebabkan oleh berbagai hal dan beberapa faktor resiko dan jika dibiarkan terlalu lama, katarak tidak hanya membuat penglihatan semakin kabur, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan secara permanen bahkan kebutaan. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES) menunjukkan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia, terutama pada usia di atas 50 tahun, dengan angka mencapai 81,2%. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa katarak telah menyebabkan gangguan penglihatan yang serius pada lebih dari 94 juta orang di seluruh dunia.


Tags
Diabetik retinopati
Diabetes dan mata
Kesehatan retina
Puasa ramadhan
Komplikasi diabetes
Retina mata
Anti vegf
Rs mata smec

MORE NEWS

BERITA KESEHATAN

27 Jun 2026

Ptosis pada Anak: Jangan Abaikan Kelopak Mata Turun Sejak Dini

Detail
BERITA KESEHATAN

19 Jun 2026

Nystagmus Awareness Day: Mengenal Gerakan Mata yang Tidak Terkontrol dan Dapat Mengganggu Penglihatan

Detail
BERITA KESEHATAN

13 Jun 2026

Cataract Awareness Month: Katarak yang Terlambat Ditangani Dapat Menjadi Kegawatdaruratan Mata

Detail
BERITA KESEHATAN

11 Jun 2026

Selamatkan Penglihatan Anda! Kenali Tanda - Tanda Central Retinal Vein Occlusion (CRVO) Sebelum Terlambat

Detail
Cari di sini untuk informasi

SMEC CUSTOMER CARE

0804 1 227788

Layangkan pertanyaan dan keluhan Anda melalui nomor telepon SMEC Customer Care kami di :
0804 1 227788 (Telepon)
0811 901 1234 (WhatsApp)
0811 901 1234 (SMS)

Atau hubungi kami melalui email di info@rsmatasmec.com

KABAR TERKINI

Dapatkan kabar terkini dari kami dengan mencantumkan email Anda.

Head Office

  • PT SUMATERA CAHAYA MANDIRI
  • RS MATA SMEC
    Jl. Prof. DR. Soepomo No.70-B, Menteng Dalam
    Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

  • Telepon: 0804 1 227788
  • WhatsApp: 0811 901 1234
  • SMS: 0811 901 1234
  • E-mail : info@rsmatasmec.com
Our Location
  • SMEC TEBET
  • SMEC PATRIA
  • More Hospital List
Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Informasi
  • Karir
Hubungi Kami
  • Online/Offline
  • Customer Care
Layanan
  • Buat Janji
  • Optic
  • FAQ
  • SYARAT DAN KETENTUAN
  • KEBIJAKAN PRIVASI
© 2020 RS Mata SMEC. All Right Reserved.